Diskop UKM Kutim Gunakan Tiga Metode dalam Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SANGATTA  - Pemberian pelatihan kepada pengelola koperasi bukan semata-mata hanya untuk meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan mumpuni dalam sebuah koperasi. Akan tetapi lebih luas lagi, yaitu untuk membuat sebuah koperasi berhasil dalam mencapai tujuannya.

Demikian seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada Senin (21/11/2022) dengan menggelar Pelatihan Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan.

Pelatihan yang terselenggara selama dua hari mulai tanggal 21 hingga 22 November 2022 ini diikuti 60 pengelola koperasi yang ada diseluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Menghadirkan beberapa pemateri dari PLUT Mandiri Kaltim dan Diskop UKM, yaitu Zulkifli, Ferdiansyah, M. Iskak, Wenadianto dan Darsafani.

Dalam laporannya, Wenadianto yang merupakan Panitia Pelaksana mengatakan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini sebagai upaya pemerintah agar dapat meningkatkan pengetahuan pengelola koperasi di Kutai Timur.

"Kita ingin meningkatkan kemampuan dan keterampilan seorang pengelola koperasi agar lebih baik lagi kedepan sesuai dengan gerakan bahkan tata kelola koperasi serta perundang-undangan yang berlaku," ungkap Plt Sekertaris Diskop UKM Kutai Timur itu.

Adapun beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini. Pertama, ceramah. Ini merupakan teknik yang biasa dipakai dalam proses pembelajaran untuk melakukan transformasi informasi dengan komunikasi satu arah. 

"Dalam metode ceramah, fasilitator atau narasumber menyampaikan informasi, sementara peserta hanya mendengarkan saja," jelasnya.

Kedua, tanya jawab. Teknik ini digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan unruk memperdalam pemahaman peserta terhadap materi yang disajikan fasilitator ataupun narasumber.

"Pada teknik ini, narasumber atau peserta dapat saling memberikan pertanyaan dan jawaban dengan harapan memperoleh pemahaman terhadap materi diklat," terangnya. 

Ketiga, diskusi kelompok. Sebuah proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat. Mereka yang membentuk kelompok ini saling bertukar pengalaman, informasi dan memecahkan masalah.

"Dengan metode ini, semua peserta aktif tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa lokasi pelatihan terselenggara di Teras Belad Cafe & Resto Sangatta. "Saat pelatihan, kita akan melibatkan banyak pihak yang berpengalaman dibidangnya," bebernya.

Sebagai informasi, pelaksanaan pelatihan ini menggunakan embiayaan dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022. "Ini masuk dalam program pemberdayaan dan perlindungan koperasi. Semoga apa yang kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.(ADV)